prei pinter hari 6: anak dan kampung

2010/06/05 at 9:24 pm | Posted in idiot thoughts, prei pinter | Leave a comment

there, i said it.

gue pada akhirnya harus mengakui fakta bahwa gue cuma anak kampung.

anak kampung. village child.

bagi gue, berpura-pura menjadi ‘bukan kita’ adalah perilaku yang paling menyeramkan yang mungkin dilakukan manusia di bumi ini.

selama ini, gue selalu merasa gue engga punya perilaku yang ‘asik’. gampangnya, gue engga bisa membuat diri gue kagum akan diri sendiri. ujungnya, gue menyerap semua perilaku/gaya yang ‘asik’ punya orang lain yang gue anggap ‘asik’ dan bikin kagum.

salah satu perilaku yang paling gue kagumi adalah perilaku melucu.

menurut gue, melucu bukanlah hal yang gampang. melucu bukan sekedar bikin orang ketawa. melucu adalah membuat orang ketawa dan bisa terus inget sama apa yang baru aja bikin mereka ketawa itu (iya, bikin orang bilang ‘cerdas!’ ato sekedar ketawa-ketiwi sendiri tiba-tiba karena keinget). ketika seseorang membuat orang lain tertawa dan tidak melupakannya, dia udah melucu. orang itu bisa siapa aja. dan setiap orang punya orang yang berbeda buat dibilang ‘bisa melucu’.

buat gue, orang itu adalah komedian-komedian Indonesia.

komedian-komedian Indonesia. true. gue engga mau sok-sokan ngutip komedian luar negeri yang bahkan buku/film/acara tipinya engga pernah gue baca ato tonton. tapi, gue pernah ngelakuin hal itu.

gara-gara sering baca tulisan Raditya Dika, gue jadi tau kalo dia adalah penggemar berat komedian ekspor macem Woody Allen, Ellen DeGeneres, ato Jerry Seinfeld. dia sering ngutip kata-kata komedian luar negeri, terutama Allen—dan menurut gue itu keren. gue adalah penggemar (tulisan-tulisan) Radith (maap bang, cuma tulisannya) dan waktu itu gue pikir dengan ikut-ikutan mengutip Allen, gue akan jadi keren kayak (tulisan-tulisan) Radith. guepun mengutip Allen dan gue taro di favorite quotations di facebook. gue merasa keren.

sampe akhirnya Tukul Arwana ngebuat gue sadar.

tadi gue sempet nonton bagian akhir Mister Tukul (yang jarang gue tonton) dan tiba-tiba ketawa waktu Tukul dengan cuek bilang ‘tunggu saya di kota anda, siapin makanan..’

entah kenapa kalimat itu terdengar sangat lucu.

—-

ya, gue—seperti Tukul yang selalu bangga dengan ke-ndesoan-nya—sadar bahwa gue adalah seorang village child tulen yang menganggap humor Indonesia adalah yang paling ‘lucu’ (meskipun  jokes cerdas-sarkastik khas Amerika tetep asik). gue emang engga merasa jadi keren setelah ngutip kata-kata Tukul, cuma..

..gue udah merasa bisa jadi diri sendiri. menjadi diri sendiri itu ‘asik’.

ciao.

P.S. entah kenapa gue ngerasa tulisan ini masih ‘kurang’. apanya ya? kalo ada yang notice, jangan sungkan ngasitau 😀 (ya, di tiga postingan terakhir gue selalu ngasih P.S., padahal gue engga tau P.S. itu apa).

update: P.S. itu post scriptum, bisa juga postscript.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: